[REVIEW] THE MAZE RUNNER (Perjuangan Remaja-Remaja Menuju Dunia Luar)

maze runner

 Hello readers, lama banget ya, 2 tahun blog ini vakum dikarenakan kesibukan saya mengurus acara, mengurus seminar kimia dan terakhir yaitu mengurus skripsi yang akhirnya selesai tahun lalu. Dan akhirnya kebablasan juga sampai sekarang malas buat nulis hahahaa (ya emang saya orangnya luarnya pemalas, padahal saya ini tergolong rajin lho *disambit*).

Untuk mengisi waktu saya yang selalu saja saya sia-siakan selama saya hidup ini (miris), dan juga untuk mengisi kekosongan blog saya yang selalu sepi ini (tambah miris pake sekali), oke deh, saya coba buat nulis apapun yang saya pengin tulis.

Saya, selain hobi menulis, menonton, karaokean, listening music, stalker blog-blog dan juga ngegaje (yang terakhir ini bukan hobi, tapi emang takdir), saya termasuk tipe maniak terhadap sesuatu hal, dan saya ini fans berbagai, setelah nge-fangirl gila dengan Kpop, nge-fans gila juga sama Jorge Lorenzo, saya juga tergolong pecinta novel dan komik.

Kalau inget EXO yang OVERDOSE (Kpopers pasti tahu MV ini kan?), pasti ingat tentang labirin-labirin emeijing yang mengurung para member EXO itu kan? Nah, setahun sebelum ini MV rilis, saya sudah ngefans sama labirin juga, gara-gara waktu itu beli novel Trilogy karya James Dashner yang judulnya Maze Runner, Scorch Trials dan the last yaitu Death Cure. Mula-mula saya ga tertarik dengan novel ini, karena saya tipe orang yang tingkat kepo-nya naik-turun. Pas ke toko buku dan baca sinopsis di bagian sampul belakang (ini biasanya trik saya kalau ke toko buku, pura-pura baca sinopsis, padahal mau lihat harga yang ditempel di sampul belakang hahahahaha *dibakar readers*). Setelah membaca sinopsis Maze Runner, saya sedikit bingung, kok kayanya ceritanya suram gitu ya, membayangkan cerita mereka yang ada di dalam labirin itu membuat saya tidak semangat beli (padahal waktu itu lagi promo cuma 20ribu per buku) dan hasilnya saya beli novel yang lain yang ternyata sinopsinya menipu. Saya akhirnya ga percaya dengan sinopsis karena beberapa kali selalu tertipu, yang sinopsisnya kayanya bagus, setelah dibaca ternyata membosankan. Atas rekomendasi sahabat saya yang juga demen beli novel-novel promo (ga hanya novel sih, tapi semua barang promo/diskon gitu dia doyan banget hahahahah) akhirnya saya memutuskan buat membeli 3 novel sekaligus (total 60rb, HEBOH KAN??? Sekarang cetakan yang baru satu novel harganya udah 80rb loh, hahahah, dan waktu itu masih cover lama, bisa jadi barang langka ini kalau novelnya udah booming hahaha, bangga).

Oke, intinya setelah saya membaca ini novel trilogy sampai selesai (waktu itu pas lebaran dan nunggu wisuda jadi luang banget), kira-kira 2 minggu selesai 3 novel saya merasa berdosa karena awalnya saya cuek dengan novel ini *Om Dashner, i’m so sorry, i feel regret*. Ternyata ini novel benar-benar DAEBAK/KEREN/AMAIZING sekaliiiiiiiiiii *lebay*.

Jadi, mari kita mulai:

Jadi buku pertama ini (Maze Runner), menceritakan tentang sekelompok anak-anak remaja cowok yang kehilangan ingatan (karena sengaja dibikin lupa oleh organisasi agar mereka fokus pada apa yang akan menjadi tujuan si organisasi yang disebut WICKED). Cowok-cowok ini berusia antara 11-16 tahun (kalau ga salah). Buat yang udah nonton atau yang udah baca novel-nya, pasti udah mengerti dengan jalan ceritanya, terutama untuk novelnya, karena setelah menonton film-nya, ternyata agak berbeda dengan novelnya, ada bagian yang dikurangi dan dihapus *efek durasi*. Tapi intinya tetap bisa fokus kok walaupun tidak dengan membaca novelnya, namun hal ini akan berpengaruh dengan image Alby yang notabene adalah ketua geng (?) anak-anak maze. Anak-anak yang tinggal di dalam maze ini disebut glader. Kenapa disebut glader? Karena nama dari maze ini disebut ‘glade’. Jadi, glade ini adalah suatu bahtera atau tempat hidup yang luas sekali dengan dikelilingi labirin di bagian luar. Dan di dalam glade tersebut terdapat 8 pintu gerbang yang menghubungkan antara glade dan labirin. Pintu gerbang itu akan membuka pada siang hari dan menutup pada malam hari. Kenapa? Karena pada waktu malam hari akan muncul makhluk-makhluk mengerikan yang disebut ‘griever’ di dalam labirin, oleh karena itu para glader harus ada di dalam glade saat malam, kalau mereka di luar, maka dipastikan mereka akan terjebak di dalam labirin dan bertemu makhluk aneh bin mengerikan yang ada di sana.

Nah, ternyata anak-anak glader ini kekepoannya sangat tinggi, glade yang ditempati sekitar 50 anak ini memang sudah seperti bentuk suku gitu. Ada pemimpin dan wakilnya, ada koki (seksi konsumsi), ada dokter, ada yang mengurus perkebunan, dll. Walau ini hanya glade, namun mereka memiliki hutan dan pertanian sendiri (busyeeet, segedhe apa ya???).

Yang paling utama di dalam glade ini adalah tugas sebagai runner (pelari), para pelari ini pada waktu pagi saat pintu glade terbuka, maka mereka harus keluar glade menjelajahi labirin. Tujuannya untuk menemukan jalan keluar dari glade. Selama kurang lebih 3 tahun mereka berlari mencari jalan keluar sehingga mereka bisa menemukan titik terang. Sebagai info, kalau tembok-tembok labirin tersebut selalu bergeser, sehingga para runner tentunya tidak akan mudah mengingat pola dari labirin tersebut. Namun suatu ketika labirin ini akan memiliki posisi yang sama, alias kembali ke awal. Nah, ini tugasnya runner yang harus mengingat dengan akurat mengenai pola labirin itu, dan tentunya seorang runner harus jenius dan juga ga lemot hehehe. Dan satu lagi, jangan lupa pulang ke glade sebelum magrhib ya Oppa *berasa istri yang setia menunggu suaminya pulang ~~~abaikan*.

Kemudian, puncak acara (?) eh, maksudnya puncak masalah, the klimaks datang. Suatu ketika, pintu glade tidak menutup di waktu malam hari.

HAH? WHAT? GIMANA DONG? AKU KUDU PIYE???

Nah, tentunya bisa dibayangkan apa yang terjadi di dalam glade dengan pintu gerbang yang tidak menutup? Sementara para griever berada di sana? Oh Nooooooo,,, Andwaeeee.

Yah, silakan baca novelnya dan nonton sendiri saja ya, tapi saya sarankan untuk membaca novelnya saja, karena di sana lebih rinci dan lebih detail. Terutama demi image Alby sang pemimpin yang tewas dalam tugas *seharusnya*. Karena kematian Alby di dalam novel dan di dalam film itu versinya berbeda dan menyebabkan pandangan saya juga jadi berbeda. Heeheheheh.

Mari, saya perkenalkan The Trio Gladers, Trio karakter utama dari novel Maze Runner ini.

1.      Thomas

thomas

Thomas ini adalah glader cowok yang paling akhir bergabung di dalam glade. Jadi para remaja yang sudah di-amnesia-kan ini dikirim ke glade melalui sebuah lift kecil yang juga sebagai tempat untuk mengirimkan barang-barang keperluan gladers juga. Thomas ini tipe cowok jenius, hati-hati, kalem, waspada dan juga pemberani. Dia sampai berani menerjang pintu glade yang hampir menutup demi menyelamatkan Minho dan Alby yang kehabisan waktu untuk kembali ke glade. Hal ini yang menghantarkan dia untuk menjadi runner di glade ini.

Sebagai info, Thomas ini ternyata adalah perancang dari Glade itu sendiri. What a genius boy, namun di balik semua itu, dia anak yang baik. Menurut saya, walau mereka kehilangan ingatan, namun hal ini sepertinya tidak mengubah watak mereka. Yang baik tetap baik, hehehehhe.

Thomas tinggi, berambut hitam dan tampan *ceritanya dia tampan gitu, aihhhhh*. Dylan O’brien memang cocok buat memerankan Thomas di sini, karakternya manly.

2.      Newt

newt

Cowok cakep ini merupakan salah satu tetua glade, dia bersama Alby adalah glader pertama yang dikirim oleh organisasi. Newt adalah wakil pemimpin. Di novel, diceritakan kalau Newt itu tinggi, berambut rada panjang dan berwarna pirang, serta muscular. Berbanding dengan karakter yang divisualisasikan dalam film, karena Thomas Brodie Sangster sebenarnya tidak memenuhi kriteria fisik untuk Newt. Tapi memang akting TBS tidak diragukan lagi cocok untuk menjadi Newt. Newt berkarakter kalem dan bijak. Dia tipe yang tidak terlalu gegabah juga kurang mau mengambil resiko. Dulunya Newt itu juga runner, tapi sejak kakinya pincang, maka dia pensiun (?) sebagai runner, saya ga tahu dia dapat uang pensiun ga *apaan seh??? Emang veteran? PNS???*. Namun satu hal lagi yang berbeda di film, di film Newt tidak diceritakan pincang. Yah, mungkin memang bagian ini tidak terlalu fatal lah. Lagian, saya juga kasihan kalau my lovely cute Thomas Sangster harus akting pincang sepanjang film, apalagi Newt bakal ada sampai buku ketiga. Walaupun…. hiks…

3.      Minho

minho

Yang paling bikin saya semangat dengan novel ini adalah ada karakter Korea di sini. Sedangkan saya sendiri seorang Kpopers, pecinta novel, eh ini ada karakter Korea-nya. Sebelum teaser foto pemain rilis, saya membayangkan kalau Minho yang ada di sini itu Choi Minho SHINee, hahahaha, saya kasihan sama mukanya Minho kalau kaya gini, mueheheheheheh. Minho diperankan oleh Lee Ki Hong (Kenapa anagram sama Lee Hong Ki??? Abaikan).

Karakter Minho saya suka sekali. Dia tipe cowok yang sedikit konyol, tipe perusak suasana tapi sekaligus moodmaker juga. Tapi dia juga tipe cowok keren. Terkadang sedikit egois dan suka mendebat. Buktinya, ketika Thomas hampir dijatuhi hukuman karena melanggar aturan dengan keluar glade (saat nolongin Minho ama Alby itu lho), Minho membelanya, malah menjadikan Thomas runner. Good Joob Minho!!! b^^d.

Ada banyak karakter lain yang bisa dijelaskan sih, tapi saya cuma mau fokus sama si 3 karakter utama di atas. Ada Alby, Teresa (satu-satunya glader cewek, glader terakhir yang terlibat momen romantis dengan Thomas), Chucky (si kecil, teman dekat Thomas) dan juga Gally yang menurut saya dia di sini sebagai villain.

Oh, ya di buku kedua nanti bakal ada tokoh baru, salah satunya Brenda. Brenda itu cewek yang naksir sama Thomas. Dan di buku kedua nanti akan terungkap mengapa mereka dimasukkan di dalam Glade, mengapa Thomas yang notabene arsitek-nya Glade malah ikut-ikutan menjadi glader, pengkhianatan Teresa (?), pertemuan dengan crank (manusia yang menjadi zombie akibat terkena virus). Dan cerita selanjutnya sebenarnya tidak ada hubungannya dengan “mengapa para gladers ingin dan harus keluar dari glade”. Dan di buku ketiga ini yang nyesek, selain kematian Newt di tengah-tengah cerita *sumpah saya nyesek banget, ga mau Newt mati, apa daya authornya sudah memutuskan demikian*. Juga dibumbui dengan cinta segitiga antara Thomas-Teresa-Brenda.

Bagi yang sudah membaca, semoga artikel ini menjadi bermanfaat(?), dan bagi yang belum membaca buku kedua dan ketiga, ayooooo segera baca yaaa,,, dijamin ga akan nyesel. Ini novel memang benar-benar EMEIJING!

Hahahahahaah,,, love u… love U Newt ❤

Iklan

Tentang aneeminie90

i'm a funny girl who loves KPOP especially super junior ♥ 사 랑 해 요 슈 퍼 주 니 어 you always be in my heart I'm also a SMstan :) I love Jorge Lorenzo and Thomas Sangster also :D
Pos ini dipublikasikan di APA AJA DEH, OPINI dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke [REVIEW] THE MAZE RUNNER (Perjuangan Remaja-Remaja Menuju Dunia Luar)

  1. atikatsmr berkata:

    anju ga rela newt mati:(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s